Breaking News

Carlos Tevez: Ferguson Percaya Bahwa Dia adalah Presiden Inggris


KODAKBERITA.BLOGSPOT.COM - Salah satu transfer paling kontroversial di Liga Inggris datang pada musim panas 2009 saat Carlos Tevez pindah dari Manchester United ke rival sekota mereka, Manchester City, dalam transfer yang memecahkan rekor bursa Inggris.

Carlos Tevez dipinjamkan West Ham ke Manchester United selama dua tahun pada 2007.

Man United berniat mempermanenkan transfer tersebut pada Juni 2009.

Akan tetapi, kubu Tevez menolak pendekatan Setan Merah dan ia justru menandatangani kontrak bersama kubu Manchester Biru.

Carlos Tevez menjadi pemain pertama yang menyeberangi jurang di kota Manchester sejak 1999.

Kepergiannya menimbulkan suara lantang mengenai ambisi Manchester City di bawah rezim Qatar.

Man City pun menyewa papan iklan raksasa dengan gambar Carlos Tevez dan kata-kata "Selamat Datang ke Manchester" untuk menyindir Manchester United, di mana markas mereka, Old Trafford, terletak di luar batas kota Manchester.

Seperti dikutip dari Marca, Carlos Tevez mengutarakan perpindahannya ketika itu memang dimulai dari runtuhnya hubungan sang penyerang bengal dengan Sir Alex Ferguson.

"Ferguson percaya bahwa dia adalah Presiden Inggris. Tak mungkin berdebat dengan orang tua itu karena Anda selalu kalah," tutur pria berjulukan Sang Apache tersebut.

Tevez lalu mengutarakan momen yang ia pikir menjadi salah satu kesalahan terbesar Sir Alex.

Hal itu datang pada final Liga Champions 2009 saat Man United menyerah 0-2 lawan Barcelona.

Carlos Tevez hanya menjadi pemain pengganti di laga tersebut dengan Sir Alex memilih Park Ji-sung untuk menemani Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney di lini depan.

Tevez baru masuk setelah turun minum saat Man United tertinggal 0-1 berkat gol Lionel Messi pada menit ke-10.

"Ia melakukan kesalahan saat mencadangkan saya di final di Roma. Itu adalah satu-satunya final di mana kami kalah sejak saya datang ke Manchester," ujarnya, mengacu ke kemenangan di final 2008 atas Chelsea.

Kendati demikian, Tevez juga mengutarakan penyesalan setelah mengangkat spanduk bertuliskan RIP Fergie pada pesta perayaan selebrasi juara Manchester City.


The Guardian mengungkapkan makna dari spanduk ini sebagai referensi ke respon terkenal Ferguson saat ditanya tiga tahun sebelumnya apakah Man United bakal menjadi underdog di bawah Man City.

"Tidak selama saya hidup," tutur Sir Alex ketika itu.

Oleh karena tindakannya ini, City dan Tevez langsung meminta maaf.

"Saya membiarkan diri terbawa ke emosi sesaat dan tentunya bukanlah niat saya untuk tak menghormati Alex Ferguson, sosok yang saya kagumi sebagai pelatih dan pria," tuturnya.